Dampak usaha karena covid-19


Dampak Usaha Karena Covid-19 

Tahun 2020 baru berjalan tiga bulan namun goncangan ekonomi telah terjadi begitu hebatnya. Ekonomi tiba-tiba ambruk dalam sekejap akibat menyebarnya virus korona ke seluruh dunia. Seberapa buruk situasinya dan apa dampaknya pada bisnis? Saya akan coba menggambarkannya di artikel ini.
Semenjak WHO (World Healthy Organization) mengumumkan bahwa COVID-19 merupakan pandemi dunia, perilaku konsumen di berbagai sektor bisnis berubah. Konsumen menjadi sangat berhati-hati untuk melakukan konsumsi dan berusaha untuk menjaga diri dan keluarganya untuk tetap bertahan di situasi ini.
Pun wilayah-wilayah kota dan negara mulai melakukan penutupan. Tidak ada lalu lintas dan aktifitas yang normal seperti beberapa bulna lalu. Tidak heran jika krisis kesehatan berdampak pada krisis ekonomi secara bersamaan.
Hal yang perlu diketahui tentu saja adalah seberapa parah dampak krisis pada bisnis di berbagai sektor. Apakah semua sektor bisnis terkena imbas dengan pertumbuhan yang negatif? Atau ternyata ada sektor yang masih bisa bertahan dan alih-alih turun malah meningkat tajam pertumbuhannya di masa krisis ini.
Data dampak COVID-19 pada sektor bisnis saya dapatkan dari Yelp Economic Average yang bulan Maret 2020 yang lalu melansir hasil laporan Yelp: Coronavirus Economic Impact Report. Dalam laporan ini Yelp mengungkap sektor ekonomi mana saja yang terdampak dan sektor ekonomi mana yang malah mendapatkan tren pertumbuhan akibat krisis.
Harap dicatat bahwa data Yelp merupakan data industri di Amerika Serikat dan bukan Indonesia. Namun saya merasa naik turun yang terjadi di Amerika Serikat cukup bisa menggambarkan situasi di Indonesia juga.

Komentar